👈Kembali

MPLS Day 2: Gandeng Polsek Karangploso dalam Pencegahan Kekerasan, Napza, Judi Online dan Pornografi

Media SMPDN2 • 31 Agustus 2025

MPLS Day 2: Gandeng Polsek Karangploso dalam Pencegahan Kekerasan, Napza, Judi Online dan Pornografi

Karangploso - Memasuki tahun ajaran baru, SMP Darun Najah 2 Karangploso membekali ratusan siswa barunya dengan pengetahuan krusial untuk menghadapi tantangan di era digital. Dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pihak sekolah menggelar seminar komprehensif yang berfokus pada pencegahan kekerasan (termasuk perundungan), bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), serta jerat judi online dan pornografi pada Selasa, 08 Juli 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Pondok Pesantren ini dihadiri oleh seluruh siswa-siswi kelas VII. Pihak sekolah sengaja mengundang narasumber ahli dari Kepolisian Sektor (Polsek) Karangploso untuk memberikan materi yang valid dan berdampak.

Kepala SMP Darun Najah 2 Karangploso, Dr. Imdad Rabbani, M.Kom., M.Pd., dalam sambutannya menyatakan bahwa seminar ini merupakan fondasi penting bagi pembentukan karakter siswa. "Tugas kami bukan hanya mendidik secara akademis, tetapi juga memastikan siswa-siswi kami memiliki benteng pertahanan diri yang kuat. Di tengah maraknya informasi dan ancaman di dunia maya maupun nyata, mereka harus tahu cara melindungi diri dan membuat keputusan yang benar," ujarnya.

Sesi pertama, yang dibawakan oleh Bripka Soneta, S.Pd. I Kepala Unit Pembinaan Ketertiban Masyarakat (Binmas) Polsek Karangploso, berfokus pada kekerasan dan perundungan (bullying). Materi mencakup identifikasi berbagai bentuk perundungan—fisik, verbal, hingga siber (cyberbullying)—dampaknya terhadap kesehatan mental korban, serta langkah-langkah hukum yang bisa diambil. "Jangan pernah merasa sendirian. Laporkan kepada guru, orang tua, atau bahkan pihak berwajib jika kalian menjadi korban atau saksi perundungan. Diam bukanlah solusi, itu hanya akan melanggengkan siklus kekerasan," tegas Bripka Soneta, S.Pd. I di hadapan para siswa.

Sesi kedua dilanjutkan dengan paparan dari perwakilan Polsek Karangploso Brigadir Isna,SH mengenai bahaya laten NAPZA. Narasumber menjelaskan berbagai jenis narkotika, efek destruktifnya bagi tubuh dan masa depan, serta modus-modus peredaran yang kini sering menyasar kalangan remaja. Materi yang paling menyita perhatian siswa adalah sesi ketiga mengenai judi online dan pornografi. Kepolisian dari unit siber (cybercrime) menjelaskan bagaimana judi online dirancang untuk membuat ketagihan dan bisa menjerat pelajar dalam utang serta tindak kriminal lainnya. Selain itu, dibahas pula dampak negatif pornografi terhadap perkembangan otak remaja dan risiko menjadi korban kejahatan siber.

"Jari kalian adalah kunci masa depan. Gunakan internet untuk hal-hal positif, untuk belajar dan berkarya. Jangan sampai satu klik yang salah menghancurkan cita-cita yang sudah kalian bangun," pesan narasumber.

Para siswa terlihat antusias mengikuti seminar, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan saat sesi tanya jawab. Salah seorang siswi, Zaskia, mengaku mendapatkan banyak pencerahan. "Saya jadi lebih sadar bahaya di sekitar, terutama soal judi online yang iklannya sering sekali muncul. Sekarang saya tahu risikonya dan bagaimana harus bersikap," tuturnya.

Kegiatan seminar ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan siswa dan guru untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan, narkoba, serta pengaruh negatif internet. Seminar ini diharapkan menjadi bekal awal yang efektif bagi para siswa baru dalam menavigasi kehidupan mereka di jenjang SMP.