Media SMPDN2 • 31 Agustus 2025
Karangploso - MPLS Tahun Ajaran 2025/2026 memasuki hari Ke-3 dimana Para Siswa-Siswi Baru diberikan bekal pengetahuan dan wawasan tentang Budaya atau nilai sekolah yang dibangun melalui kebiasaan anak indonesia hebat serta internalisasi nilai-nilai pondok pesantren PPAI Darun Najah asuhan KH. Achmad Muchtar Ghozali. Seminar ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kebiasaan-kebiasaan produktif yang dapat mendukung kesuksesan akademik maupun kehidupan sosial. Tujuh kebiasaan yang dipaparkan meliputi: proaktif, mulai dengan tujuan akhir, dahulukan yang utama, berpikir menang-menang, berusaha memahami terlebih dahulu baru dipahami, sinergi, dan terus mengasah diri. agenda ini berlangsung dengan ceria dan interaktif karena masih banyak siswa baru yang belum mengetahui secara menyeluruh tentang kepesantrenan. Seminar komperhensif ini terbagi menjadi dua sesi yang dilaksanakan pada Hari Rabu, 09 Juli 2025.
Sesi Pertama, Peserta didik baru dikenalkan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). Narasumber dalam hal ini disampaikan langsung oleh Humas SMP Darun Najah 2 Karangploso, Ibu Putri Qurotu Aini, S.Pd. Narasumber pertama ini memaparkan teknik praktis mengimplementasikan kebiasaan tersebut dalam keseharian. "Anak-anak hebat bukan terlahir begitu saja, tapi dibentuk melalui konsistensi. Misalnya, kebiasaan proaktif mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab atas pilihan hidupnya," jelasnya. Seminar ini mengupas tuntas tujuh kebiasaan esensial yang digagas untuk membentuk 8 Dimensi Profil Lulusan. Ketujuh kebiasaan tersebut adalah:
Materi seminar disampaikan secara interaktif dan menarik oleh Humas Sekolah ini. Ia menggunakan berbagai metode seperti permainan, video inspiratif, dan diskusi kelompok agar para siswa dapat memahami dan termotivasi untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 7KAIH ini sejatinya sudah berjalan dan menjadi rutinitas santri di Pondok Pesantren. Sinergi antara Pesantren dan Sekolah mulai sejak awal bangun pagi sampai pada pengaturan terhadap jam tidur awal merupakan bentuk dukungan lembaga ini terhadap program pemerintah.
Sesi Kedua dilanjutkan dengan seminar kepesantrenan yang dipaparkan oleh Kepala Madrasah Diniyah Pondok Pesantren PPAI Darun Najah 2, Ustad Ahmad Musleh. Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk mengenalkan ruh dan nilai-nilai pendidikan berbasis pesantren yang menjadi ciri khas pondok pesantren tersebut. Pihak sekolah meyakini, pengenalan nilai-nilai seperti kemandirian, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap ilmu (ta'dzim) perlu ditanamkan sejak dini kepada para peserta didik baru. "Banyak yang mengira nilai pesantren itu kuno. Padahal, justru inilah bekal terkuat," jelasnya kepada para siswa. "Sikap tawadhu (rendah hati) akan membentengi kalian dari kesombongan di media sosial. Semangat thalabul 'ilmi (mencari ilmu) tanpa henti akan membuat kalian menjadi pembelajar seumur hidup, bukan hanya pengejar ijazah. Dan yang terpenting, menjaga sanad keilmuan dengan menghormati guru akan membawa keberkahan pada ilmu yang didapat." Ujar Ketua Anshor Ranting Karangploso ini.
Sesi ini menjadi sangat cair karena banyak siswa yang penasaran dan sesekali menyampaikan pertanyaan tentang bagaimana menyeimbangkan antara aktivitas pesantren, akademik sekolah dan kewajiban ibadah. "Awalnya saya kira akan kaku dan membosankan. Ternyata sangat mencerahkan. Saya jadi paham kenapa di sekolah ini kami sangat dianjurkan untuk menghormati guru dan menjaga tutur kata. Ini bukan sekadar aturan, tapi bagian dari proses belajar itu sendiri," ungkapnya dengan antusias salah seorang siswa.
Pada Sesi ketiga dan keempat diisi berbagai kegiatan permainan edukatif, seru dan melatih kerjasama tim. Ratusan siswa baru angkatan 2025/2026 terlihat antusias mengikuti serangkaian permainan yang telah dirancang oleh panitia dari OSIS dan guru pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk memecah kekakuan, membangun kerja sama tim (teamwork), serta menumbuhkan karakter kepemimpinan dan rasa kekeluargaan di antara siswa. "Tujuan utama kami adalah memberikan pengalaman MPLS yang berkesan dan menyenangkan," ujar Ketua OSIS, M. Raja Kanzul Arasi, di sela-sela acara. "Kami ingin adik-adik kelas kami tidak hanya mengenal lingkungan fisik sekolah, tapi juga saling mengenal satu sama lain secara lebih dalam melalui permainan yang mendidik."
Salah seorang siswi baru, Laras Ayu Feronia Ramadhani, mengaku sangat menikmati kegiatan ini. "Awalnya saya agak canggung karena belum kenal banyak teman. Tapi setelah main bareng, teriak-teriak kasih semangat, kita semua jadi lebih akrab. Ternyata MPLS seru banget, tidak semenakutkan yang saya bayangkan," ungkapnya sambil tertawa